Beranda Berita

Berita

Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi Proyek Jalan Tol JORR W2 Utara

Surel Cetak PDF

___Info Tol (13/10): Pagi ini (13/10) bertempat di Plaza Mandiri, Jakarta telah diselenggarakan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi proyek jalan tol JORR W2 Utara antara PT MLJ dengan Bank Mandiri senilai Rp 1,554 Triliun.
___Pemberian kredit sindikasi oleh Bank Mandiri selain kepada PT MLJ, juga kepada Perusahaan Daerah DKI Jakarta. Kredit sindikasi tersebut untuk membiayai proyek jalan tol lintas luar Jakarta (JORR) ruas Kebon Jeruk-Ulujami sejauh 7,67 Km. Adapun kreditur lain dalam perjanjian kredit sindikasi tersebut adalah PT Bank DKI. Pinjaman sindikasi tersebut memiliki jangka waktu 15 tahun, termasuk 4 tahun masa tenggang (grace period).
___
Penandatanganan kerjasama perjanjian kredit dilakukan oleh Direktur Utama PT MLJ Sonhadji Surahman, Direktur Corporate Banking Mandiri Fransisca Nelwan Mok, serta Direktur Bank DKI Mulyatno Wibowo disaksikan Direktur Utama Jasa Marga Frans S. Sunito, dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi.
___
Dengan akan dibangunnya ruas Kebon Jeruk-Ulujami, maka seluruh ruas JORR sepanjang 59,07 Km telah terhubung dan dapat menjadi alternatif akses jalan yang menghubungkan regional Timur-Barat Jakarta, selain jalan tol Dalam Kota.
___
“Kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen kami kepada masyarakat umum untuk dapat membantu memperkuat interkonektivitas di Ibukota melalui penambahan alternative akses jalan bebas hambatan,” ungkap Fransisca.
___
Ditambahkannya, penguatan infrastruktur jalan tol tersebut diharapkan dapat memangkas biaya distribusi dan transportasi yang harus dialokasikan sehingga dapat meningkatkan efisiensi usaha dan memberi nilai tambah yang optimal bagi para pelaku usaha.
___
Menyadari signifikannya ketersediaan infrastruktur jalan tol yang memadai bagi peningkatan bisnis nasabah Bank Mandiri, perseroan juga telah membiayai pembangunan ruas jalan tol di beberapa wilayah di tanah air, baik melalui pembiayaan langsung maupun pembiayaan sindikasi.
___
Hingga September 2011, jalan tol yang telah memperoleh pembiayaan melalui Bank Mandiri antara lain ruas tol Kebon Jeruk-Penjaringan (PT Jakarta Lingkar Baratsatu), ruas tol Cinere-Jagorawi (PT Translingkar Kita Jaya), ruas tol Bogor Ring Road (PT Marga Sarana Jabar) dan ruas tol Semarang-Solo (PT Trans Marga Jateng).(Donne)

 

Tol di Atas Laut Mulai Dikonstruksi

Surel Cetak PDF

___Indopos (4/10): Pemerintah sepakat pembangunan jalan tol Serangan-Tanjung Benoa (Bali) dipercepat, dan segera dikonstruksi pada akhir 2011. Terkait penggunaan lahan Mangrove yang selama ini menjadi kendala telah diselesaikan dan sudah ada izin dari Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto untuk segera dituntaskan.
___”Sudah diputuskan untuk tol Serangan-Tanjung Benoa akan dibangun segera dan rencana kontruksinya elevated atau jalan layang di atas laut (melintasi selat dan tepi pantai, Red), sehingga tidak akan menggangu lahan Mangrove. Saya dan Menteri Kehutanan sudah sepakat,” kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Sabtu (1/10).
___Saat ini, lanjutnya, proyek jalan Tol Serangan Tanjung Benoa sepanjang 11,5 kilometer yang direncanakan untuk mempercepat lalu lintas dan juga pertemuan APEC sempat terkendala. Kendala terdapat pada jalur yang melewati hutan Mangrove, sehingga harus mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan dahulu.
___Menurut Djoko, dengan dikeluarkannya izin dari Kemenhut ini, proses konstruksi sudah bisa segera dimulai fisiknya. Konstruksinya nanti akan dibuat lebih tinggi, sehingga tidak akan menggangu tanah perhutanan. ”Itu kesepakatan kita. Nanti yang kena hutan jalannya kita tinggikan, sehingga tidak perlu pemotongan pohon di hutan,” kata Djoko.
___Untuk target penyelesaiannya, Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sumaryanto Widayatin mengatakan, pemerintah optimistis tol dengan Serangan- Tanjung Benoa ini akan dimulai pengerjaannya pada akhir 2011 dan selesai pada 2013. ”Saya yakin jika tol Serangan ini bisa selesai dalam waktu 12 bulan atau paling telat sebelum APEC (KTT Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC di Bali pada 2013, Red) sudah bisa beroperasi. Tol ini diharapkan akan memecah kemacetan di Bali,” kata Sumaryanto.
___Dia juga memprediksi tahun ini sudah mulai konstruksi. Bahkan, 12 bulan kemudian sudah bisa beroperasi. Pemerintah juga telah menetapkan BUMN sebagai pemenang tender dengan proyek investasi sebesar Rp 2,3 triliun. Konsorsium BUMN itu terdiri dari PT. Jasa Marga sebagai pemegang saham mayoritas 60 persen, PT Pelabuhan Indonesia III 20 persen, PT Angkasa Pura I 10 persen, Bali Tourism Development Centre 1 persen, PT Wijaya Karya 5 persen dan PT Hutama Karya 2 persen, dan PT Adhi Karya 2 persen.
___Rencananya, jalan di Tanjung Benoa Badung akan dibangun melewati hutan bakau sepanjang dua kilometer dan menyusuri tepi pantai sepanjang 2,3 kilometer atau menghabiskan sekitar 5,40 hektare. Sedangkan badan jalan di Pulau Serangan Denpasar melewati lahan milik PT Bali Tourism Development Corporation sepanjang 2,6 kilometer atau 1,70 hektare.
___Untuk jembatan akan dibangun pada aliran Selat Benoa-Selat Badung dengan panjang alur 350 meter. Untuk bentang utama jembatan 2+140 meter dengan ambang batas bawah 35 meter dan ambang atas 45,92 meter. Panjang jalan dan jembatan seluruhnya 9,91 kilometer, lebih pendek dari rencana awal sepanjang 11,5 kilometer. Ditambahkan, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Gani Ghazali menegaskan, ketujuh investor yang terlibat dalam pembangunan tol Serangan Tanjung Benoa ini akhirnya membentuk Badan Usaha sendiri dengan nama PT Jasa Marga Bali Tol (JMBT).
___JMBT ini rencana akan melakukan tender konstruksi untuk proyek sepanjang 11,5 kilometer. Sekretaris Perusahaan PT. Wijaya Karya Tbk, Natal Agrawan mengakui bahwa ketujuh investor ini membentuk perusahaan baru bernama PT Jasa Marga Bali Tol untuk menggarap proyek pembangunan ruas tol Serangan- Tanjung Benoa. Nantinya, tender konstruksi atau penggarapan akan dimulai pada Oktober 2011. (Donne)

 

Asosiasi Tol Ajukan Dua Alternatif Solusi

Surel Cetak PDF

___Seputar Indonesia (20/9): Asosiasi Tol Indonesia (ATI) memberikan dua alternatif solusi kepada pemerintah tentang masalah pembebasan lahan yang saat ini masih menjadi kendala operator jalan tol dalam membangun infrastruktur jalan bebas hambatan di Indonesia.
___
Dua alternatif tersebut diharapkan dapat mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol. Anggota ATI Triagus Riyanto mengatakan, dua alternatif tersebut adalah desakan untuk percepatan penerbitan Rancangan Undang-Undang (RUU) Lahan dan usulan agar Undang- Undang No 20/1961 Tentang Pencabutan Hak-hak atas Tanah dan Benda yang Ada di Atasnya, di mana kewenangan tersebut dapat dilakukan oleh Presiden sebagai Kepala Negara.
___
Dalam UU itu disebutkan jika Presiden berhak melakukan pencabutan hak milik atas tanah jika ditujukan untuk kebutuhan publik. ”Dua alternatif tersebut perlu segera diterapkan, menyusul saat ini progres pembebasan lahan proyek tol sangat lamban bahkan beberapa di antaranya sama sekali belum terbebaskan,” kata dia di Jakarta kemarin.
___
Padahal, seharusnya kewajiban pembebasan lahan merupakan tanggung jawab pemerintah melalui badan layanan umum sesuai dengan Permen PU No 12/2008 tentang Land Capping dan No 14/2008 tentang perlunya Badan Layanan Umum (BLU) untuk pembebasan lahan. ”Yang jadi masalah saat ini adalah belum ada payung hukum yang efektif untuk mendukung pembebasan lahan, karenanya kami mengajukan dua opsi itu.
___
Selain itu, masalah utama lainnya belum ada kepastian biaya dan waktu pembebasan tanah,” ujar Triagus yang juga menjabat Direktur Utama Citra Waspphutowa. Triagus menjelaskan, jika percepatan pembebasan lahan tidak disegerakan oleh pemerintah, setidaknya ada lima dampak secara makro yang bakal timbul yakni target pembangunan infrastruktur tidak tercapai, target pertumbuhan ekonomi meleset, tidak adanya penyerapan tenaga kerja, iklim usaha tidak menarik, dan perlu dukungan pemerintah yang lebih besar agar proyek itu kembali layak dilanjutkan.
___Anggota ATI lainnya Didik Hari Wilopo mengatakan, dampak keterlambatan pembebasan lahan setidaknya dapat meningkatkan kebutuhan investasi konstruksi sebesar minimal 30% jika dalam dua tahun ke depan tidak juga terealisasi sesuai target. Selain itu, kebutuhan pembebasan lahan juga akan kembali meningkat karena nilai jual objek pajak tanah terus meningkat setiap tahunnya.
___
Artinya, mau tidak mau pemerintah harus segera menyelesaikan proses pembebasan lahan pada 2012 agar dana investasi tidak lagi membengkak dan berakibat pada tarif tol yang juga akan ikut naik. ”Saya juga cukup pesimistis dengan kondisi saat ini. Kemungkinan besar akan ada evaluasi ulang tahun depan untuk ruas-ruas tol ini,”ujarnya. (Donne)

 

Proyek Tol Bali Dimulai November

Surel Cetak PDF

___Info Tol (14/9) : Pembangunan jalan tol ruas Serangan-Tanjung Benoa sepanjang 10 kilometer yang merupakan proyek tol pertama di Pulau Bali akan dimulai pada November 2011. Saat ini proyek masih menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait penggunaan lahan hutan bakau.
___“Jika tidak ada halangan dan semua berjalan sesuai dengan rencara, pada November mendatang pekerjaan fisik atau konstruksi tol di Bali akan dimulai,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans Satyaki Sunito, kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (12/9).
___Proyek Tol Serangan-Tanjung Benoa dengan investasi Rp 1,8 triliun tersebut segera dilaksanakan menyusul telah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Kawasan Strategi Nasional, kawasan Perkotaan Denpasar-Bandung-Gianyar-Tabanan (Sarbagita). “Kini tinggal menunggu surat turun, lalu proyek segera kami mulai. Diharapkan pada pertemuan pemimpin APEC tahun 2013, jalan tol Bali sudah beroperasi,” kata Frans
___PT Jasa Marga bersama Pemerintah terus mengupayakan agar proyek jalan tol Bali dapat dipercepat pekerjaan fisiknya. Keberadaan jalan tol ini kelak diharapkan menjadikan lalu lintas dari menuju kawasan Nusa Dua Bali lebih lancar.“Jika pekerjaan fisik mundur, kami khawatir pada pertemuan APEC 2013 proyek belum selesai dibangun,”ujar Frans.
___Kepala badan pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Gani Ghazali membenarkan, bahwa proyek jalan tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali tinggal menunggu selesainya analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). “Amdal ini nanti akan dicantumkan dalam dokumen yang akan dinegosiasikan dengan konsorsium tujuh BUMN,” ujar dia
___Pemerintah sebelumnya menetapkan tujuh BUMN untuk menggarap proyek tol Serangan-Tanjung Benoa setelah memenangi tender Proyek. Mereka terdiri atas PT Jasa Marga Tbk sebagai pemegang saham mayoritas, PT Pelabuhan Indonesia ( Pelindo) III, PT Angkasa Pura (AP) I, Bali Tourism Development Centre, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, Serta PT Adhi Karya.
___Telah disepakati pula mengenai komposisi pemikiran saham pada konsorsium, yakni PT Jasa Marga sebesar 60%, Pelindo III 20%, PT Angkasa Pura I 10%, Bali Tourism Development Centre 1% PT Hutama Karya 2%, PT Wijaya Karya 5%, serta PT Adhi Karya Sebesar 2%.
___Proyek tol Serangan-Tanjung Benoa dimaksudkan untuk turut mengatasi kemacetan kendaraan yang belakangan kerap terjadi di Pulau Bali, khususnya wilayah Denpasar selatan menuju kawasan Nusa Dua, terutama pada jam sibuk. Bahkan, penyelesaian proyek tol ini akan dipercepat untuk mendukung kegiatan pertemuan pemimpin APEC tahun 2013.
Solusi Kemacetan
___Sementara itu, wakil Presiden periode 2004-2009 M Jusuf Kalla berharap pemerintah daerah dan masyarakat Bali dapat segera mengatasi kemacetan yang semakin parah di Pulau Bali. “Bali telah memiliki nama yang luar biasa di dunia internasional, harus dijaga mutunya, jangan sampai karena persoalan kemacetan menurunkan nama baik Bali,” ujar dia di Denpasar, Selasa (13/9), seperti dikutip Antara.
___Menurut Kalla, nama besar Bali dengan berbagai potensi yang dimiliki seharusnya tetap dijaga, bahkan kualitas pelayanan kepariwisataannya harus terus ditingkatkan. “Terlebih usaha sektor pariwisata Bali relatif mudah dibandingkan daerah lain, karena masyarakat Bali hanya tinggal memoles segala ciptaan Tuhan yang memang telah lengkap di sini,” kata dia
___Untuk itu, papar Kalla, menjadi tugas semua pihak untuk menjaga Bali, melalui terus berkreativitas dan meningkatkan pelayanan kepada setiap yang datang ke Bali,
termasuk pelayanan di bidang transportasi. “Jika kemacetan tidak segera diatasi, dampaknya dapat menurunkan minat orang berwisata ke Bali,” kata dia.
___Idealnya, tambah Kalla, dalam persaingan dunia usaha haruslah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih murah, dan lebih cepat. (Donne)

 

Jakarta Segera Bangun 6 Tol Dalam Kota

Surel Cetak PDF

___Vivanews.com (8/9): Peraturan Daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2030 akan dirinci lebih lanjut dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (Zoning Regulation).  
___Hal ini dilakuan mengingat penting dan strategisnya penataan ruang di DKI Jakarta. Pembangunan mega proyek enam ruas jalan Tol Dalam Kota adalah salah satu yang akan diatur.
___Sesuai dengan rencana, setelah Perda RTRW selesai, akan segara dilakukan prakualifikasi tender pembangunan senilai Rp 41 triliun setelah Lebaran ini, dengan cara terbuka. Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) RI melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang akan melakukan ini.
___Sambil menunggu persiapan akhir prakualifikasi tender, Pemprov DKI Jakarta akan mulai membahas jalur enam ruas jalan tol dalam kota (JTDK) yang akan dibangun. Seperti lokasi yang memerlukan pembebasan tanah, di antaranya lahan di persimpangan dan koneksitas dengan jalan tol yang sudah ada.
___Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Gani Gazali, tidak akan banyak dilakukan pembebasan lahan, karena pembangunannya di atas jalan atau berupa jalan layang yang sudah ada.  
___"Tahap pertama pelaksanaan proyek enam ruas jalan tol dilakukan pada jalur Semanan-Dongkelan-Sunter-Pulogebang Bekasi. Bila sesuai rencana tender terbuka akan dilakukan November 2011, baru dilakukan pembangunan fisik," ujarnya kepada  VIVAnews.com, Rabu, 7 September 2011.
___Ada empat tahan dalam pembangunan enam ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Tahap pertama, akan dibangun dua ruas jalan tol untuk jalur Semanan-Sunter sepanjang 17,88 kilometer. Nilai investasinya Rp9,76 triliun. Kemudian ruas Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer dengan nilai investasi Rp7,37 triliun.
___Tahap kedua, dua ruas jalan tol koridor Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai investasi Rp5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer dengan investasi Rp6,95 triliun.
___Kemudian tahap ketiga akan dibangun ruas jalan Tol Dalam Kota Koridor Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 kilometer dengan nilai investasi Rp4,25 triliun.
___Terakhir atau tahap keempat dibangun ruas jalan Tol Dalam Kota Koridor Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilo-meter dengan investasi Rp5,71 triliun. (Donne)


 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL