Beranda Berita

Berita

Tahun Depan, 94 Km Tol Baru Beroperasi

Surel Cetak PDF

___Investor Daily Indonesia (9/2) : Pemerintah menargetkan, 94,97 kilometer (km) jalan tol baru dioperasikan pada 2013. Saat ini, tol tersebut sebagian besar masih dikonstruksi dan sisanya dalam penyelesaian pembebasan lahan.
___Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Achmad Gani Ghazaly mengatakan, sekitar 67,8 km di antaranya merupakan ruas Tol Trans Jawa. Sisanya merupakan ruas tol non-Trans Jawa, dengan 15,12 km berada di Jakarta dan sekitarnya serta 12,05 km di luar wilayah itu.
___“Jadi, hampir seluruh ruas tol yang akan dioperasikan tahun depan merupakan bagian dari proyek infrastruktur Masterplan Percepatan dan Per luasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” kata Gani di Jakarta, Selasa (7/2).
___Jaringan Trans Jawa yang dioperasikan pada 2013 adalah ruas Pejagan-Pemalang Seksi I dan II (Pejagan-Brebes Barat-Brebes Timur) sepanjang 20,2 km, Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) 11,95 km, Kertosono-Mojokerto Seksi II (Jombang-Mojokerto Barat) 20,15 km, serta Mojokerto- Surabaya Seksi IB, II dan III (Waru-WRR-Driyorejo-Krian) 15,5 km. Di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), ruas yang akan dioperasikan adalah Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara (Ulujami-Kebun Jeruk) sepanjang 7,67 km, Cinere-Jagorawi Seksi II (Simpang Bogor-Raya Kukusan) 5,5 km, dan Bogor Ring Road Seksi IIA (Kedunghalang-Yasmin) 1,95 km.
___“Untuk jalur non-Trans Jawa di luar Jabodetabek, hanya ada satu ruas tol yang mulai dioperasikan tahun depan, yaitu Gempol-Pandaan Seksi I sepanjang 12,05 km. Tapi, jadwal pengoperasiannya masih belum bisa dipastikan,” ujarnya.
___Kementerian PU menyatakan, tahun ini, hanya ada ruas tol baru yang akan dioperasikan. Ruas tersebut adalah Cinere-Jagorawi Seksi I (Jagorawi-Raya Bogor) sepanjang 3,7 km dan Kertosono- Mojokerto Seksi I (Bandar-Jombang) 14,41 km.
___“Dari proyek-proyek yang sudah amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tahun ini, baru ada dua ruas tol yang bisa beroperasi. Pasalnya, ruas lainnya msih dalam proses pembebasan lahan,” tuturnya.
___Ruas Kertosono-Mojokerto Seksi I yang akan mulai dioperasikan akhir 2012 dikerjakan oleh kontraktor pelat merah, PT Hutama Karya. Konstruksi proyek senilai Rp. 2,3 triliun itu telah dimulai sejak akhir 2011.
___Sementara itu, ruas Cinere-Jagorawi Seksi I (Cimanggis-Raya Bogor) mulai dioperasikan akhir Januari lalu. Proyek tol senilai Rp. 2,4 triliun itu dioperasikan oleh PT Translingkar Kita Jaya, dengan hak konsesi 35 tahun.
Groundbreaking Enam Proyek
___Ia menambahkan, BPJT menargetkan groundbreaking (mulai konstruksi) enam proyek tol sepanjang 63,66 km tahun ini. Keenam proyek itu pembebasan lahannya hampir tuntas.
___Proyek tersebut adalah ruas Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 km, Gempol-Pasuruan Seksi I (Gempol-Rembang) 13,02 km, Porong-Gempol Seksi I (Kejapanan-Gempol) 3,55 km, Pejagan-Pemalang Seksi I dan II (Pejagan-Brebes Barat-Brebes Timur) 20,2 km, Bogor Ring Road Seksi IIA (Kedunghalang-Yasmin) 1,95 km, serta Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi Casablanca-Jaka Sampurna 11 km.
___“Dalam waktu dekat, proyek yang groundbreaking adalah ruas Pejagan-Pemalang Seksi I dan II serta Bogor Ring Road Seksi IIA. Selain karena tanahnya sudah siap, i tu di tujukan untuk mengejar target operasi tahun depan,” ujarnya.
___Sementara itu , Kasubdit Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga Kementerian PU Ahmad Hery Marzuki menjelaskan, pihaknya tengah menupayakan percepatan pembebasan lahan tol yang ditargetkan beroperasi 2013-2014. Sasarannya terutama proyek yang pengadaan lahannya sudah lebih dari 75%, agar konstruksi segera dimulai.
___“Misalnya ruas Gempol-Pandaan , pembebasan lahannya sudah mencapai 98,87%, sehingga konstruksinya bisa mulai disiapkan. Untuk Porong-Gempol sekitar 77,35%, Pejagan-Pemalang Seksi I 86,91%, dan Seksi II 90,95%,” kata Hery.(Donne)

 

Infrastruktur Tol Digenjot

Surel Cetak PDF

___Harian SINDO (8/2): Dukungan pendanaan yang berasal dari anggaran negara untuk pembangunan proyek infrastruktur tengah disiapkan melalui mekani sme dana pendampingan pemerintah viability gap fund (VGF).
___Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak mengungkapkan skema VGF disiapkan utamanya untuk proyek pembangunan infrastruktur jalan tol. Dia menyebutkan, beberapa proyek jalan tol siap didukung dengan skema tersebut. Semisal, jalan tol Kertosono-Solo, di mana 30% dari kebutuhan pendanaan dibiayai dengan skemaVGF. Dukungan pemerintah disiapkan agar proyek tersebut tuntas pada tahun 2014.
___“Tapi yang sebagian di kerjakan Jasa Marga. Jalan tol Bawen-Solo perlu dukunganVGF kurang lebih Rp. 1,9 triliun,” ungkap Hermanto di Jakarta kemarin.
___Skema serupa juga disiapkan untuk proyek jalan tol Medan-Kualanamu yang akan ditenderkan. Selain itu, pemerintah juga berencana menggunakan skema dana pendampingan juga disiapkan untuk proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisundawu).
___“Sekarang porsi pemerintah yang akan kita bangun dulu. VGF ini lebih pada dukungan pemerintah,” ucapnya.
___Proyek jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi serta jalan tol Cisundawu sudah masuk masa lelang konsorsium. Dia menjelaskan skema VGF pada dasarnya merupakan dukungan yang diberikan bagi proyek yang berdampak pada pembangunan ekonomi. VGF hanya diberikan jika proyek tersebut secara finansial masih membutuhkan dukungan pemerintah.
___Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya mengusulkan tiga proyek tol lainnya untuk mendapatkan dana pendampmgan tersebut yaitu Medan-Kualanamu sebesar Rp. 1,3 triliun, ruas
Solo-Ngawi-Kertosono sebesar Rp. 3 triliun dan ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan sebesar Rp. 1 triliun.
___Sebelumnya Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Achmad Gani Gazaly mengatakan, dana pendampingan pemerintah tersebut telah dipastikan menyusul persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memasukkan dana tersebut dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013.
___Adanya komitmen pemerintah untuk memasukkan dukungan terhadap seksi Bawen-Solo ini, tegas dia, akan memberikan dampak positif dalam iklim investasi jalan tol.
___“Pembiayaan ini memberikan kepastian untuk proyek-proyek tol yang membutuhkan dana dukungan. Saat ini yang sudah pasti akan mendapatkan VGF adalah ruas Semarang-Solo,” kata Gani beberapa waktu lalu.
___Setelah ada komitmen ini, pihaknya akan menuntaskan kajian terkait mekanisme pemberian dana pendampingan sebesar Rp. 1,9 triliun untuk meningkatkan kelayakan finansial dari jalan tol Semarang -Solo seksi Bawen-Solo sepanjang 51,7 km tersebut.
___“Dengan adanya kepastian ini, sekarang kita tinggal mematangkan seperti apa mekanismenya terkait penjaminannya supaya dana ini diberikan setelah konstruksi selesai,” jelasnya.
___Namun, kata Gani, hingga saat ini Kementerian PU masih membahas opsi-opsi bentuk pemberian dukungan pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansial ketiga proyek tol tersebut yaitu melalui VGF atau pelaksanaan sebagian konstruksi oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.(Donne)

 

2012, Jasa Marga Targetkan Pembebasan Tanah 9 Ruas Jalan Tol Baru