Beranda Berita

Berita

Sembilan BUMN Investasi Rp 46,52 T

Surel Cetak PDF

___Investor Daily Indonesia (15/12): Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menggelontorkan dana sebesar Rp 46,25 triliun untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur pada tahun depan. Proyek-proyek terkait Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ini akan dikerjakan oleh sembilan BUMN.
___Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin memaparkan sembilan BUMN itu adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PTAngkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelabuhan Indonesia Pelindo I, II, dan III, PT Kereta Api Indonesia dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
___Proyek (MP3EI) yang akan digarap meliputi pembangunan PLTU, pengembangan bandara, penambahan armada kapal ferry, pengembangan pelabuhan, pembangunan rel KA serta proyek jalan tol.
___“Proyek-proyek tersebut tersebar di semua koridor ekonomi kecuali untuk jalan tol yang hanya di Jawa dan Bali,” ujar Yasin dalam rapat kerja antara Komisi VI dengan Menteri BUMN di Gedung DPR RI. Senin malam (12/12).
___Yasin menjelaskan dari sembilan BUMN tersebut investasi terbesar akan dilakukan oleh PLN dengan alokasi belanja modal/capital expediture (capex) sekitar Rp 21,32 triliun disusul Pelindo II dengan anggaran belanja modal Rp 7,71 triliun ditambah biaya operasional (Operational Expenditure Opex) Rp 1,72 triliun. Lalu Jasa Marga dengan alokasi capex Rp 6,06 triliun ditambah opex Rp 54,09 miliar.
___Selanjutnya, Pelindo I mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 378,92 miliar ditambah opex. Rp 173,4 miliar. Pelindo III dengan capex Rp 1,82 triliun, Angkasa Pura I dengan capex Rp 3,05 triliun Angkasa Pura II dengan capex Rp 1,63 triliun.
___Selain itu, ASDP mengangggarkan belanja modal sekitar Rp 1, 76 triliun sedangkan KAI berencana mengalokasikan capex sekitar Rp 2,86 triliun. Keseluruhan capex untuk program (MP3EI) 2012 ini mencapai Rp 46,52 triliun jelas dia. Sebelumnya Kementerian BUMN menargetkan BUMN dapat menggelontorkan dana Rp 836 triliun untuk mengerjakan proyek-proyek yang tertuang dalam MP3EI. Dari dana tersebut sekitar Rp 176 triliun rencananya dipergunakan untuk membangun proyek -proyek infrastruktur.
___Program MP3EI diluncurkan pemerintah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia MP3EI berisi berbagai proyek percepatan dan perluasan pembangunan di segala bidang. Guna merealisasikan proyek - proyek MP3EI hingga 2014 kebutuhan dananya mencapai sekitar Rp 4.012 Triliun. Dari dana tersebut porsi pemerintah hanya 10%, BUMN 18% sedangkan sisanya berasal dari swasta.

Serap Dana Rp 461 Triliun

___Sementara itu, pemerintah menyatakan implementasi proyek infrastruktur dalam program MP3EI sejak Mei 2011 hingga kini telah menyerap dana Rp 461,6 triliun. Dana tersebut telah dipergunakan untuk membangun 91 proyek di berbagai daerah Menko Perekonomian Hatta Rajasa memproyeksikan pembangunan infrastruktur dalam program MP3EI tahun depan akan menyerap dana Rp 359,1 triliun. Dana tersebut untuk membiayai 73 proyek.
___“Laporan yang disampaikan seluruh pokja terdiri atas enam pokja koridor dan dua subsektor melaporkan perkembangan yang kami capai,” ujar Menko Hatta usai memimpin rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Selasa (13/12).
___Hatta memperkirakan, dana yang akan digunakan dalam pembangunan proyek selama satu tahun akan melebihi Rp 1.000 triliun bila ditambah proyek - proyek infrastruktur yang dibiayai dari APBN.
___Dia menjelaskan dana pembangunan infrastruktur dari APBN pada 2011 mencapai Rp 20,6 triliun sedangkan pada 2012 kontribusinya meningkat menjadi Rp 36,7 triliun. “Jangan diartikan itu belanja modal ya karena belanja modal jauh lebih besar dari itu,” tutur dia.
___Lebih lanjut Hatta menjelaskan, pada periode 2013 hingga 2014 proyek MP3EI akan menghabiskan dana Rp 300 triliun dari APBN. Oleh karena itu bila ditotal sepanjang 2011-2014 dana APBN yang terpakai untuk proyek-proyek infrastruktur mencapai Rp 363,5 triliun.

Insentif Infrastruktur

___Sementara itu Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan pemerintah tengah mengusahakan adanya pemberian insentif untuk para investor swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar mereka mau berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur terkait MP3EI. Ini karena anggaran pemerintah dinilai tidak mencukupi untuk membiayai pembangunan tersebut.
___“Diusulkan dalam sidang kabinet untuk memberikan insentif menarik bagi yang mau investasi di infrastruktur. Nanti kan (Investor) berebut dan berlomba lomba,” ujar Chairul.
___Chairul menegaskan rencana ini akan diajukan kepada Presiden dalam sidang kabinet Bentuk insentif bisa berupa pajak atau lain sebagainya, meskipun belum dibahas oleh pemerintah. “Kalau disetujui di sidang kabinet itu terobosan besar,” tegas dia. (Donne)

 

Rapat Koordinasi Jasa Marga & Anak Perusahaan

Surel Cetak PDF

___Info Tol (12/12): Bertempat di Ballroom Hotel JW Marriot, Surabaya, selama 3 hari (8-10 Desember 2011) kemarin telah diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Jasa Marga & Anak Perusahaan.
___Penyelenggaraan Rakor Jasa Marga & Anak Perusahaan ini dihadiri oleh Direktur Utama Frans S. Sunito, Direktur Pengembangan Usaha Abdul Hadi, Direktur Keuangan Reynaldi Hermansjah serta 37 orang yang merupakan Direksi dan Komisaris Anak Perusahaan Jasa Marga.
___Rakor Jasa Marga dan Anak Perusahaan diselenggarakan untuk membahas permasalahan mendasar atau strategis di Anak Perusahaan terutama yang berkaitan dengan Perusahaan Induk sehingga diperoleh solusi yang efektif. Selain itu pula dibahas permasalahan yang strategis yang sering dialami Anak Perusahaan dengan pihak lain sehingga dapat dijadikan acuan bagi Anak Perusahaan dan sebagai bahan masukan Perusahaan Induk dalam membuat kebijakan yang terkait. Terakhir, yaitu memberikan masukan ke perusahaan induk mengenai hal-hal yang bisa distandarkan yang akan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian ke Anak Perusahaan.
Dalam Rakor tersebut dibahas juga evaluasi kinerja Anak Perusahaan dan Review Bisnis Plan Anak Perusahaan, serta diskusi kelompok yang terdiri dari bidang keuangan, SDM, Operasional, Pembebasan Lahan serta bidang Klaim dari para pihak. Adapun materi yang didiskusikan terkait bidang tersebut yaitu:

1. Materi Bidang Keuangan:

  • Bagaimana memperoleh dana dari bank yang mudah dan murah;
  • Penggunaan dana representasi;
  • Kebijakan pengeluaran dana di Anak Perusahaan;
  • Mengatasi defisit cash flow di awal awal masa pengoperasian (tidak terbatas pada sumber ekuitas)

2. Materi Bidang SDM:

  • Penugasan karyawan Jasa Marga di Anak Perusahaan sampai level apa;
  • Pengangkatan karyawan tetap di Anak Perusahaan;
  • Jenjang karir karyawan Jasa Marga selama penugasan

3. Materi Bidang Operasi:

  • Pengoperasian Anak Perusahaan yang efektif dan efisien, apakah dioperasikan secara mandiri, bekerjasama dengan Cabang (fee manajemen), atau kombinasi (yangseperti apa);
  • Usulan sistem Audit Internal yang paling efisien seperti apa);
  • Usulan sistem Audit Internal yang paling efisien

4. Materi Bidang Pembebasan Lahan:

  • Pengalaman pembebasan tanah termasuk terobosan-terobosan dalam rangka percepatan pembebasan tanah;
  • Usulan konsep pembebasan tanah yang terbaik dalam rangka mendukung percepatan pembebasan tanah berdasarkan Undang-Undang yang saat ini berlaku.

5. Materi Bidang Klaim dari para pihak yaitu bagaimana mengantisipasi dan memperkecil terjadinya klaim dari para pihak dan mekanisme penyelesaian klaim.

___Pada kesempatan itu pula, seluruh peserta rakor melakukan kunjungan lapangan ke proyek Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV (Krian-Mojokerto) yang saat ini progresnya telah mencapai 22,1%. (Donne)

 

Jasa Marga Cari Peluang di Proyek Tol Baru

Surel Cetak PDF

___Neraca (23/11): Operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk menyatakan minatnya untuk menggarap proyek pembangunan 4 ruas tol baru senilai Rp 17 triliun. Alasannya proyek ini merupakan peluang besar bagi perusahaan BUMN. “Kita ini kan perusahaan pengembang jalan tol, kalau ada peluang untuk menambah jalan tol maka kita akan berminat,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito kepada wartawan di Jakarta, (20/11).
___Lebih jauh Frans mengaku Jasa Marga memberi prioritas terhadap sejumlah proyek tol yang terhubung tol milik Jasa Marga. “Ya kalau ada jalan tol baru yang akan dibangun dan itu terkoneksi dengan jalan tol kita, maka akan menjadi prioritas kita,” ujarnya.
___Namun Frans menambahkan Jasa Marga akan mempelajari dulu terkait 4 proyek tol baru yang ditawarkan ini. Masalahnya harus mempelajari dahulu secara mendalam masing - masing proyek tol baru tersebut. Namun yang pasti bahwa Jasa Marga memiliki kemampuan untuk membangun 150 Km - 200 Km jalan tol lagi dari yang sudah ditangani sebesar 530 Km dan 215 Km jalan tol yang baru. “Untuk prioritas kita belum bisa menentukan karena kita masih harus mempelajari dulu masing - masing proyek ini. Tetapi kita masih mampu untuk membangun 150 - 250 Km lagi,” terangnya.
___Adapun 4 proyek jalan tol baru itu akan ditawarkan oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) antara lain Medan – Kualanamu - Tebing Tinggi di Sumatera Utara, dengan perkiraan nilai proyek US$ 670,4 juta. Medan - Binjai dengan perkiraan nilai proyek US$ 25 juta. Cileunyi - Sumedang - Dawuan di Jawa Barat dengan perkiraan nilai proyek US$ 1,015 miliar Pandaan - Malang di Jawa Timur dengan perkiraan nilai proyek US$ 293,2 juta.
___Sebelumnya, Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Fatchur Rochman mengatakan, pernerintah segera menawarkan 4 proyek jalan tol senilai US$ 2,004 miliar atau Rp 17,03 triliun US$ 1 = Rp 8.500). Proyek ini rencananya akan diumumkan dalam forum Indonesia Infrastructure Toll Roads 2011.
___Forum ini diselenggarakan oleh ATI, Kadin, dan pemerintah dengan Kementerian PU sebagai koordinatomya. “Ini bertujuan untuk mengembangkan sarana transportasi di Indonesia khususnya jalan Tol,” kata Fatchur lagi.
___Selain 4 jalan tol tersebut, proyek jalan tol Cikampek - Palimanan di atas kertas ditargetkan akan beroperasi Agustus 2014. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah merumuskan tarif tol baru ini yaitu tarif termurah untuk golongan I Rp 753 per Km, ditentukan golongan II Rp 1.130 per Km golongan III Rp 1.507 per Km. Selanjutnya golongan IV Rp 1.883 per Km dan terakhir golongan V RP 2.260 per Km.
___Volume lalu lintas awal tol Cikampek– Palimanan diperkirakan mencapai 24.064 kendaraaan per hari, dengan kelayakan IRR on equity 17,86%. Pemegang konsesi tol ini PT Lintas Marga Sedaya (LMS) akan menghabiskan dana Rp 12,56 triliun untuk menyelesaikan pembangunan.
___LMS tengah mengusahakan dana pinjaman perbankan Rp 8 triliun, sisanya diambil dari dana kas perusahaan. LMS harus sudah menandatangani perjanjian kredit (konstruksi) selambat - lambatnya Desember 2011, dengan pencairan selambat-lambatnya Mei 2012.
___Tol Cikampek Palimanan milik LMS memiliki panjang 116 75 km dan terbagi menjadi enam seksi. Seksi I Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 Km, seksi II Kalijati- Subang sepanjang 9,56 Km, seksi III Subang - Cikedung sepanjang 31,37 Km Kemudian dilanjutkan seksi IV Cikedung– Kertajati 17,66 Km, seksi V Kertajati-Sumberjaya 14 ,51 Km dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan 14,53 Km.(Donne)

 

Jasa Marga Tambah 215 KM Jalan Tol

Surel Cetak PDF

___Koran Jakarta (14/11) : PT Jasa Marga Tbk menyatakan siap untuk menambah panjang jalan tol yang dikelolanya hingga 745 km dalam tiga tahun terakhir.
___Dalam tiga tahun ke depan perusahaan pelat rnerah ini bakal merealisasikan pemba ngunan sedikitnya 215 km.
___“Kalau tanah selesai terus kita kerjakan seperti tol Gempol - Pandaan bakal tuntas Desember nanti,” kata Dirut PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito di sela-sela peresmian jalan tol Semarang - Solo seksi 1 Semarang - Ungaran pada Minggu (13/ 11).
___Menurut Frans persoalan utama pengembangan jalan tol di Indonesia selain ketersediaan lahan juga kelayakan investasi. Apabila proyek tol tidak layak maka sudah tugasnya pemerintah memberikan dukungan agar investasi menjadi layak.
___“Semarang - Solo ini contohnya diperlukan viability gap funding (dukungan dana pemerintah) sebesar 1,9 triliun rupiah agar investasi menjadi layak,” tutumya.
___Nantinya menurut Frans tol Semarang - Solo bakal diselesaikan dengan mekanisme turnkey project. Dalam arti setelah perusahaan membangun sampai selesai baru kekurangannya bakal ditutup oleh pemerintah.
___“Sudah sepakat mekanismenya seperti itu agar layak investasinya sedangkan lahan sudah tidak ada masalah hanya tinggal beberapa saja yang belum selesai dibebaskan,” ujamya.
___Frans juga menepis adanya kendala aturan perusahaan yang memiliki keterikatan dengan UU BUMN. Tidak ada persoalan dengan aturan BUMN karena nantinya sama saja baik Jasa Marga atau investor lainnya membiayai terlebih dahulu dengan pengembalian melalui pungutan tol ditambah dukungan pemerintah.
___“Terpenting bagi Jasa Marga adanya kepastian bahwa proyek selesai harus mendapat dukungan sehingga bank juga mendukung. Intinya seperti government support- lah dukungannya,” ujamya. Men u r u t Fr an s akan banyak jalan tol yang diselesaikan dengan mekanisme yang sama seperti proyek tol Semarang - Solo dengan tingkat kelayakan investasi yang minimal.
___Sedangkan bentuk dorongan pemerintah bisa apa saja yang penting bisa mendongkrak IRR (Investment Rate of Return) ketingkat yang layak. “Bentuknya bisa perjanjian sebab dengan perjanjian itu kita bisa bekerja dan bank mendukung.”
___Kepala Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Kementerian PU Ahmad Gani Ghazali mengatakan ada tiga mekanisme dukungan pemerintah terhadap proyek tol.
___Tetapi khusus untuk tol Semarang- Solo ini setidaknya ada dua mekanisme yang bisa diterapkan yakni mekanisme penunjukan dengan PSO (Public Service Obligation) atau dengan turkey project.(Donne)

 

Jasa Marga Siapkan Rp 24,66 T untuk Tol

Surel Cetak PDF

___Media Indonesia (12/11): Perusahaan konstruksi pelat merah PT Jasa Marga Tbk rnenyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 24,66 triliun untuk pembangunan sembilan ruas tol yang saat ini sedang dan akan dibangun perusahaan.
___Total panjang sembilan ruas tersebut yakni 214,85 km. Kesembilan ruas tol itu meliputi Bogor Ring Road, Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, JORR W2, Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, Surabaya- Mojokerto, Gempol-Pandaan dan ruas tol Nusa Dua Ngurah Rai Tanjung Benoa di Bali.
___Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Abdul Hadi mengatakan anggaran Rp 24,66 triliun berasal dari alokasi anggaran Jasa Marga untuk dua tahun kedepan yang sebesar Rp 40 triliun Artinya untuk menambah ruas tol baru lainnya Jasa Marga rnasih memiliki kemampuan finansial Rp 15,34triliun.
___“Sementara rencana bisnis lainnya memang ada beberapa proyek yang sedang kami incar tapi belum dapat dipastikan karena belum ada tender yang dibuka secara resmi,” tutur Hadi, di Semarang, kemarin.
___Beberapa ruas yang diminati Jasa Marga antara lain ruas tol Medan - Kualanamu senilai Rp 2,6 triliun yang rencananya ditawarkan dengan skema kerja sama pemerintah swasta mulai tahun depan. Adapun rencana akuisisi ruas Batang-Semarang dalam proses negosiasi karena Jasa Marga ingin menjadi pemilik saham mayoritas.
___Hadi juga mengungkapkan rencana akuisisi ruas tol Tanjung Perak-Waru Surabaya dengan investasi senilai Rp 11 triliun. Namun akuisisi itu masih menunggu kesiapan perda rencana tata ruang wilayah (RTRW) Surabaya yang sampai saat ini masih dalam pembahasan di wilayah.
___Hadi menambahkan, yang menjadi hambatan utama proyek tol saat ini ialah sulitnya membebaskan lahan. Untuk itu, pengesahan rancangan undang-undang tentang lahan sangat dinantikan.(Donne)

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL